Wall Street ditutup variatif di tengah pelemahan saham teknologi
Wall Street ditutup variatif; Nasdaq turun 0,65% akibat pelemahan saham teknologi, sementara Dow Jones naik 0,54%. Fokus investor pada data ekonomi AS.
Wall Street ditutup variatif; Nasdaq turun 0,65% akibat pelemahan saham teknologi, sementara Dow Jones naik 0,54%. Fokus investor pada data ekonomi AS.
Wall Street menguat dengan S&P 500 cetak rekor berkat saham AI. Saham Nvidia, Microsoft, dan Amazon naik, sementara sektor material memimpin kenaikan.
Wall Street menguat didorong saham semikonduktor dan optimisme AI, dengan S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq 0,61%, dan Dow Jones 1,02% pada 6 Januari 2026.
Wall Street menguat, Dow Jones cetak rekor tertinggi didorong saham keuangan. Sentimen positif dari kebijakan AS terhadap Venezuela dan sektor energi.
Saham pasar negara berkembang menguat awal 2026, didorong oleh saham berbasis AI dan peran Asia dalam AI, mencapai level tertinggi sejak 2021.
IHSG awal 2026 diprediksi menguat, saham BBCA dan BBNI direkomendasikan untuk trading buy. Indeks ditutup di 8.646,94, naik 0,03% akhir 2025.
Pasar saham Indonesia 2025 didominasi saham teknologi, IDXTECHNO naik 143,55% ytd. Saham sektor lain juga menguat, namun IDXFINANCE dan IDXNONCYC tertinggal.
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.
Wall Street menguat didorong reli saham teknologi, dengan S&P 500 naik 0,60% dan Nasdaq 0,55%.
Wall Street menguat didorong saham teknologi seperti Nvidia dan Oracle, meski sektor konsumer tertekan. Optimisme AI dan data inflasi AS turut mempengaruhi pasar.