BEI kantongi 7 calon emiten di pipeline IPO, mayoritas punya aset skala jumbo

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas calon emiten yang mengantre masuk dalam kategori aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.

Deretan sektor saham potensial cuan saat suku bunga BI ditahan

Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.

Siasat emiten properti BSDE, MTLA cs pacu kinerja kala BI rate tetap

Emiten properti seperti BSDE dan MTLA memanfaatkan stabilitas suku bunga & insentif PPN DTP untuk meningkatkan penjualan di tengah lesunya daya beli masyarakat.

BI rate stabil, Metropolitan Land (MTLA) bidik kenaikan marketing sales 2026

BI menahan suku bunga di 4,75%, mendukung target kenaikan marketing sales Metropolitan Land (MTLA) 2026 dengan fokus pada segmen hunian dan insentif PPN DTP.

IHSG terus cetak ATH, sektor transportasi hingga energi berpeluang jadi penopang

IHSG terus mencetak rekor ATH didorong sentimen positif, sektor transportasi dan energi berpotensi menopang, meski ada risiko geopolitik global.

Setelah saham konglomerat melejit 2025, ini arah rotasi sektor 2026

Saham konglomerat naik signifikan di 2025, peluang rotasi sektoral di 2026 fokus pada infrastruktur, transportasi, konsumer, energi, properti, dan telco.

Pipeline IPO BEI, enam perusahaan skala jumbo antre di akhir tahun

Enam perusahaan besar siap IPO di BEI akhir tahun 2025, berasal dari sektor material, energi, finansial, teknologi, dan transportasi. Total 9 perusahaan dalam pipeline.

Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir tahun 2025

Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir 2025, sementara sektor finansial mendominasi. BEI mencatat 26 perusahaan baru dengan total dana Rp18,11 triliun.

Waspada jalan IHSG menuju 9.000 dibayangi arah kebijakan moneter The Fed

IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.