BBCA Terjun Bebas! Saham Bank Jumbo Lain Ikut Anjlok?
Saham bank jumbo anjlok, BBCA turun 2,30% akibat isu pengambilalihan dan reputasi, meski fundamental tetap solid. Koreksi ini dinilai jangka pendek.
Saham bank jumbo anjlok, BBCA turun 2,30% akibat isu pengambilalihan dan reputasi, meski fundamental tetap solid. Koreksi ini dinilai jangka pendek.
Saham sektor kesehatan menarik untuk investasi jangka panjang karena defensif dan menguntungkan. Konglomerat seperti Grup Djarum dan Astra memborong saham PT Medikaloka Hermina.
BEI menggunakan notasi khusus untuk menandai kondisi emiten, membantu investor memahami situasi perusahaan sebelum berinvestasi.
Perusahaan afiliasi Prajogo Pangestu, Green Era Energy, menjual saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) untuk menambah free float di pasar.
Dana pensiun mengurangi investasi saham karena pasar sideways, beralih ke instrumen berisiko rendah. Investasi saham turun 11,11%, deposito dan SBN tumbuh.
Pasar modal Indonesia 2025: Sektor teknologi melonjak 120,84% YtD, melampaui energi yang tumbuh 12,82%. Rotasi sektor dipengaruhi kebijakan dan preferensi investor.
Saham Indo-Rama (INDR) milik Sri Prakash Lohia naik 15,38% ke Rp2.700 hingga jeda siang hari ini.
Low Tuck Kwong terpantau mempertebal kepemilikannya di emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebanyak 1,13 juta lembar pada awal Agustus 2025.
Saham lapis dua seperti ANTM, PGEO, dan SSIA menjadi penopang IDX SMC Liquid berkat hilirisasi dan transisi energi. Potensi penguatan masih ada meski volatilitas tinggi.