Waspada jalan IHSG menuju 9.000 dibayangi arah kebijakan moneter The Fed
IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.
IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.
Mandiri Sekuritas optimis IHSG capai 9.000, didorong investor ritel dan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, serta pertambangan.
Investor asing Ifonti.com buy atau aksi beli bersih sebesar Rp1 triliun selama sepekan.
BEI dan OJK mengkaji peningkatan free float saham dari 7,5% menjadi 10% untuk memperdalam pasar. Kenaikan ini butuh dana Rp21 triliun, sementara 15% butuh Rp203 triliun.
Danantara berencana berinvestasi di saham dan SBN dengan kriteria ketat, menghindari saham gorengan, dan fokus pada obligasi pemerintah yang likuid.
BEI menargetkan 6 IPO perusahaan lighthouse pada 2026, berharap BUMN berkontribusi. Meski IPO menurun, dana yang dihimpun meningkat 70%.
OJK berencana menaikkan aturan free float saham di BEI dari 7,5% menjadi 25% secara bertahap hingga 2026, untuk menarik lebih banyak investor global.
OJK menargetkan kapitalisasi pasar saham mencapai 70% PDB pada 2025, dengan IHSG mencapai ATH 13 kali. Saat ini, kapitalisasi pasar sudah 69,18%.
Dengan masuknya aliran Danantara, BEI berharap lebih banyak perusahaan BUMN melantai di bursa untuk meningkatkan opsi & kontribusi investor institusi domestik.
Direktur BEI Iman Rachman optimis BUMN bisa IPO setelah Danantara siap investasi besar di pasar modal, dorong investor institusi domestik lebih aktif.