Saham BRMS, HRTA, AMMN cs rontok imbas koreksi tajam harga emas global

Saham emiten emas seperti BRMS, HRTA, dan AMMN anjlok akibat harga emas global turun tajam ke US$4.586 per troy ounce, dipicu penguatan dolar AS dan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.

Investor yang Kurangi Muatan Saham MDKA dan BRMS

Investor besar mengurangi saham di MDKA dan BRMS, meski harga emas naik. MDKA naik 42,06% dan BRMS 7,20% di 2026. Emas diprediksi terus menguat.

Saham HRTA, ARCI, dan ANTM cs melaju kala harga emas dunia cetak ATH

Saham HRTA, ARCI, dan ANTM menguat seiring harga emas dunia cetak ATH, didorong pelemahan data tenaga kerja AS dan ketegangan geopolitik global.

Deretan saham blue chips konglomerat BYAN, DCII, AMMN pendorong IHSG awal 2026

IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.

IHSG sesi I naik 0,65% ke 8.804, saham migas MEDC & ENRG cs kompak menguat

IHSG sesi I ditutup naik 0,65% ke level 8.804,84 dengan saham migas MEDC & ENRG menguat. Optimisme pasar didorong oleh Santa Claus Rally dan January Effect.

Asing net buy Rp1,06 triliun awal 2026, saham BUMI, GOTO, hingga DEWA jadi incaran

Investor asing Ifonti.com buy Rp1,06 triliun di awal 2026, dengan saham BUMI, GOTO, dan DEWA menjadi incaran, seiring penguatan IHSG dan kepercayaan makro.

IHSG ditutup menguat ke 8.644 jelang tutup tahun, saham DEWA, ANTM & BULL kinclong

IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26 dengan nilai transaksi mencapai Rp22,46 triliun dan volume 38,96 miliar lembar. Saham DEWA, ANTM & BULL kinclong.