Daftar 10 saham pemberat IHSG pekan ini, ada AMMN, BBRI hingga BREN
Saham big caps AMMN, BBRI, dan BREN menjadi top laggards yang membebani IHSG sepanjang pekan ini, dengan AMMN menempati urutan pertama setelah anjlok 19,93%.
Saham big caps AMMN, BBRI, dan BREN menjadi top laggards yang membebani IHSG sepanjang pekan ini, dengan AMMN menempati urutan pertama setelah anjlok 19,93%.
Eskalasi geopolitik di Selat Hormuz memicu pelarian modal ke aset aman seiring proyeksi lonjakan harga emas sebagai instrumen lindung nilai utama.
Ketegangan AS-Israel vs Iran dorong saham migas AKRA, ELSA, ENRG naik, meski IHSG turun 1,82%. Sektor energi dan logam mulia jadi defensif utama.
IHSG naik 0,89% ke 8.285 pada sesi I, saham konglomerat seperti RATU, BUMI, dan CDIA menguat. Investor menanti risalah FOMC dan perjanjian dagang RI-AS.
MDKA dan BRMS ekspansi produksi emas, namun saham MDKA naik 0,94% sementara BRMS hanya 0,93%. BRMS fokus pada tambang bawah tanah di Palu, MDKA percepat proyek Pani.
Saham emiten emas seperti BRMS, HRTA, dan AMMN anjlok akibat harga emas global turun tajam ke US$4.586 per troy ounce, dipicu penguatan dolar AS dan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.
Harga emas melonjak ke US$5.245/oz, sementara saham emiten emas seperti PSAB dan MDKA Ifonti.com buy asing meski IHSG turun 7,35% pada 28 Januari.
Investor besar mengurangi saham di MDKA dan BRMS, meski harga emas naik. MDKA naik 42,06% dan BRMS 7,20% di 2026. Emas diprediksi terus menguat.
Saham HRTA, ARCI, dan ANTM menguat seiring harga emas dunia cetak ATH, didorong pelemahan data tenaga kerja AS dan ketegangan geopolitik global.
Saham emiten Grup Bakrie melonjak awal 2026, BNBR naik 60% ytd. Kenaikan didorong oleh aksi korporasi dan kinerja fundamental yang membaik.