Deretan saham blue chips konglomerat BYAN, DCII, AMMN pendorong IHSG awal 2026

IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.

IHSG sesi I naik 0,65% ke 8.804, saham migas MEDC & ENRG cs kompak menguat

IHSG sesi I ditutup naik 0,65% ke level 8.804,84 dengan saham migas MEDC & ENRG menguat. Optimisme pasar didorong oleh Santa Claus Rally dan January Effect.

Asing net buy Rp1,06 triliun awal 2026, saham BUMI, GOTO, hingga DEWA jadi incaran

Investor asing Ifonti.com buy Rp1,06 triliun di awal 2026, dengan saham BUMI, GOTO, dan DEWA menjadi incaran, seiring penguatan IHSG dan kepercayaan makro.

IHSG ditutup menguat ke 8.644 jelang tutup tahun, saham DEWA, ANTM & BULL kinclong

IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26 dengan nilai transaksi mencapai Rp22,46 triliun dan volume 38,96 miliar lembar. Saham DEWA, ANTM & BULL kinclong.

Saham konglomerat Prajogo Pangestu hingga Bakrie, mana yang masih prospektif 2026?

Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.