BRI (BBRI) guyur Rp512,8 miliar buat buyback saham sepanjang 2025
BRI (BBRI) melakukan buyback saham senilai Rp512,8 miliar sepanjang 2025, dengan target maksimal Rp3 triliun, sesuai persetujuan RUPST.
BRI (BBRI) melakukan buyback saham senilai Rp512,8 miliar sepanjang 2025, dengan target maksimal Rp3 triliun, sesuai persetujuan RUPST.
CIMB Niaga buyback 168.000 saham senilai Rp357,24 juta pada 5 April 2024, dengan harga rata-rata Rp2.120 per saham, dan mengalihkan sebagian untuk program MRT.
TBS Energi Utama (TOBA) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp586,27 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham.
Kalbe Farma (KLBF) akan buyback saham senilai Rp250 miliar untuk stabilkan harga dan tingkatkan kepercayaan investor pada 16 Desember 2025 hingga 15 Maret 2026.
Investor asing mengalirkan dana Rp3,9 triliun ke pasar saham Indonesia, dengan saham BMRI dan BBCA menjadi incaran utama. IHSG naik 0,52% pekan ini.
IHSG diprediksi bullish, menguji level 8.500. Saham ELSA, INKP, dan MYOR jadi pilihan. Waspadai profit taking, konsolidasi di 8.350-8.450.
Saham IDXBUMN20 berpotensi menguat didukung buyback, dividen, dan harga komoditas, meski tantangan kebijakan dan risiko sektor energi tetap ada.
Sejumlah saham seperti BBCA dan BUKA menguat akibat buyback, namun dampaknya sementara. Buyback meningkatkan EPS dan ROE, tapi bisa menghambat ekspansi bisnis.
Garibaldi ‘Boy’ Thohir kembali melakukan pembelian 1,3 juta saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) setelah sebelumnya melepas kepemilikannya.
BFI Finance buyback 13,13 juta saham untuk stabilisasi pasar, menghabiskan Rp10,35 miliar dari total anggaran Rp489,62 miliar.