Potensi akumulasi asing di pasar saham dorong laju IHSG
IHSG diprediksi menguat didorong akumulasi asing dan potensi pelonggaran moneter The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham uptrend.
IHSG diprediksi menguat didorong akumulasi asing dan potensi pelonggaran moneter The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham uptrend.
Keputusan suku bunga The Fed pekan ini akan mempengaruhi IHSG, dengan prediksi penurunan 25 bps. Saham DATA, UNVR, dan BMRI direkomendasikan.
Modal asing senilai Rp2,29 triliun kembali masuk ke pasar RI pada pekan ketiga November 2025, dengan pembelian neto di saham dan SBN.
Ekonom menilai penurunan BI Rate masih mungkin pada Desember 2025, meski ruang pelonggaran terbatas.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah, ekonom memberikan pandangan soal pemangkasan bunga ke depan.
Bank Indonesia dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi makro 2026: pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 2,62%, kurs Rp16.430 per USD. Anggaran BI surplus Rp16,09 triliun.
The Fed akan mengakhiri QT pada 1 Desember 2025, meningkatkan likuiditas global. Ini berpotensi menarik inflow ke pasar saham dan obligasi Indonesia.
BI dan pemerintah berencana mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR.
RUU Redenominasi Rupiah masuk Prolegnas 2025-2029, BI pastikan tak ganggu ekonomi. Fokus pada stabilitas dan efisiensi, pelaksanaan bertahap.
IHSG diramal bergerak mixed di rentang 8.150–8.350 pada Rabu (5/11/2025) setelah ditutup melemah akibat aksi profit taking dan tekanan dari bursa regional.