Proyeksi BI rate Mei 2026: Arah pengetatan makin besar

Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan BI Rate pada Mei 2026 untuk mengatasi pelemahan rupiah dan tekanan eksternal. Ekonom memprediksi kenaikan 25-50 bps.

IHSG dibuka rebound tipis 0,04% ke level 6.602, pasar cermati RDG BI

IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke 6.602, dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil RDG BI yang mungkin menaikkan suku bunga akibat pelemahan rupiah.

Rupiah tembus level terendah, ekspektasi kenaikan BI rate menguat

Rupiah melemah ke level terendah akibat sentimen The Fed hingga harga minyak, sehingga memicu ekspektasi kenaikan BI Rate.

Bos BI sebut bisa kembalikan rupiah ke rata-rata Rp16.500 dari saat ini Rp16.900

Gubernur BI Perry Warjiyo optimis rupiah bisa kembali ke rata-rata Rp16.500 per dolar AS pada Juli-Agustus 2026, meski saat ini di Rp17.600.

Prabowo Panggil Bos Danantara, Menkeu hingga Gubernur BI Saat Rupiah Hingga IHSG Turun

Presiden Prabowo panggil pejabat ke Istana saat rupiah dan IHSG turun. Rupiah melemah 1,12% ke Rp17.655/USD, IHSG turun 1,85% ke 6.599,24.

Anggota DPR Primus sarankan Gubernur BI Perry Warjiyo mundur buntut depresiasi rupiah

Anggota DPR Primus Yustisio menyarankan Gubernur BI Perry Warjiyo mundur akibat depresiasi rupiah yang melemah hingga Rp17.600 per dolar AS.

Purbaya yakin pelemahan rupiah & IHSG pagi ini (18/5) hanya jangka pendek

Menkeu Purbaya yakin pelemahan rupiah dan IHSG 18/5 bersifat sementara, didorong sentimen jangka pendek. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Jurus BI perkuat rupiah, ekonom usul jaga keseimbangan cadev dan SRBI

Bank Indonesia intervensi pasar valas dengan cadangan devisa dan SRBI untuk stabilkan rupiah. Ekonom sarankan keseimbangan intervensi dan konservasi cadev.

Rupiah 2026 di tengah tekanan dolar AS, ada peluang BI rate naik

Rupiah melemah ke Rp17.575 per dolar AS pada Mei 2026 akibat ketegangan geopolitik dan harga minyak, sehingga analis memprediksi peluang BI Rate naik.

BI ungkap biang kerok rupiah sempat terpuruk ke level Rp17.500

Rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS dipicu faktor global seperti perang AS-Israel-Iran. BI yakin langkah stabilisasi akan menguatkan rupiah.