Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini (28/4) Melemah ke Rp17.237 per Dolar AS Antisipsi The Fed Hawkish
Rupiah melemah ke Rp17.237 per dolar AS pada 28 April 2026, dipicu ekspektasi hawkish The Fed dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Rupiah melemah ke Rp17.237 per dolar AS pada 28 April 2026, dipicu ekspektasi hawkish The Fed dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
HSBC memproyeksikan IHSG mencapai 7.500 pada 2026 meski ada tantangan seperti fluktuasi rupiah, net sell investor asing, hingga isu MSCI.
Bank Indonesia intervensi pasar dan naikkan yield SRBI untuk stabilkan rupiah yang undervalued, menarik modal asing, dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG April 2026, fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian eksternal dan inflasi energi.
Bank Indonesia diperkirakan menahan BI Rate di 4,75% pada April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Bank Indonesia diprediksi menahan BI Rate di 4,75% pada RDG April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan risiko inflasi energi.
Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi tiga jalur transmisi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia: finansial, harga komoditas, dan perdagangan.
DPR menilai kebijakan BI dalam menangani rupiah terlalu konvensional dan hati-hati. BI diminta memperbarui strategi untuk menghadapi tekanan nilai tukar.
Rupiah melemah ke Rp17.105/USD, BI prioritaskan stabilitas dengan strategi moneter di tengah ketidakpastian global dan konflik Timur Tengah.
IHSG turun 0,53% ke 6.989, dipicu sentimen global dan domestik negatif. Saham big caps seperti BBCA dan BREN melemah, sementara AMMN dan TLKM menguat.