Deretan sektor saham yang untung dan buntung saat rupiah melemah dekati Rp17.000
Pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 berdampak berbeda pada sektor saham. Sektor ekspor diuntungkan, sementara sektor impor tertekan biaya. IHSG tetap optimis.
Pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 berdampak berbeda pada sektor saham. Sektor ekspor diuntungkan, sementara sektor impor tertekan biaya. IHSG tetap optimis.
HSBC memprediksi Bank Indonesia akan memangkas suku bunga tiga kali pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan total penurunan 75 bps.
IHSG diprediksi konsolidasi pekan depan akibat pelemahan rupiah dan teknikal overbought. Saham rekomendasi: GJTL, MEDC, CENT, AGII, ASRI, SMBR.
IHSG melemah setelah naik 2,16%, analis rekomendasikan saham CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR untuk dicermati pekan depan.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Ifonti.com buy asing signifikan.
Modal asing sebesar Rp240 miliar masuk ke Indonesia pada 15-18 Desember 2025, dengan pembelian di pasar saham dan SRBI, meski ada penjualan di SBN.
Rupiah menguat ke Rp16.667 per dolar AS setelah The Fed menurunkan suku bunga 25 bps. Penguatan juga dialami mata uang Asia lainnya.
IHSG diprediksi menguat didorong akumulasi asing dan potensi pelonggaran moneter The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham uptrend.
Keputusan suku bunga The Fed pekan ini akan mempengaruhi IHSG, dengan prediksi penurunan 25 bps. Saham DATA, UNVR, dan BMRI direkomendasikan.
Modal asing senilai Rp2,29 triliun kembali masuk ke pasar RI pada pekan ketiga November 2025, dengan pembelian neto di saham dan SBN.