Bursa saham Arab Saudi amblas, risiko geopolitik membayangi
Pasar saham Arab Saudi anjlok 1,8% pada penutupan perdagangan Minggu, 4 Desember 2025. Itu menjadi penurunan terdalam dalam sembilan bulan terakhir.
Pasar saham Arab Saudi anjlok 1,8% pada penutupan perdagangan Minggu, 4 Desember 2025. Itu menjadi penurunan terdalam dalam sembilan bulan terakhir.
Memasuki 2026, investor dihadapkan pada pilihan investasi saham, emas, obligasi, dan kripto.
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
Pelajari cara memadukan analisis fundamental dan teknikal untuk mengenali saham sehat dan menghindari pom-pom saham yang menyesatkan.
Meski IHSG bullish, minat investor ke obligasi korporasi diproyeksi tetap kuat 2026, dengan penerbitan berpotensi mencapai Rp170 triliun didorong refinancing.
Permintaan pasar terhadap obligasi korporasi diproyeksikan akan cenderung positif pada tahun mendatang.
Regulasi baru OJK membatasi penjatahan saham IPO maksimal 10% per investor ritel, mengurangi dominasi investor besar dan potensi listing gain tinggi, namun membuat distribusi saham lebih adil dan pasar lebih stabil.
IHSG diprediksi menguat didorong akumulasi asing dan potensi pelonggaran moneter The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham uptrend.
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
Modal asing senilai Rp2,29 triliun kembali masuk ke pasar RI pada pekan ketiga November 2025, dengan pembelian neto di saham dan SBN.