Investor asing diam-diam kembali ke pasar saham RI Rp3,44 triliun saat IHSG keok
Investor asing kembali membeli saham Indonesia senilai Rp3,44 triliun meski IHSG turun 0,96% pada 3 Maret 2026, didorong reformasi pasar modal.
Investor asing kembali membeli saham Indonesia senilai Rp3,44 triliun meski IHSG turun 0,96% pada 3 Maret 2026, didorong reformasi pasar modal.
OJK menegaskan demutualisasi BEI meningkatkan transparansi dan menarik minat IPO, menghindari konflik kepentingan, dan membuka akses pendanaan baru.
Sepinya IPO di Indonesia pada awal 2026 membuat calon emiten mempertimbangkan bursa luar negeri seperti Hong Kong dan AS. Likuiditas ketat dan aksi jual investor asing menjadi tantangan utama.
Pasar saham pekan ini diprediksi volatil dengan IHSG di rentang 8.200-8.400. Rekomendasi saham: SMGR, ARCI, BFIN, dan reksa dana XIPI.
Pasar saham syariah Indonesia menghadapi tantangan besar di awal 2026 akibat volatilitas pasar dan risiko penurunan klasifikasi oleh MSCI.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan aturan free float 15% dan transparansi pemegang saham di atas 1% akan diterapkan pada awal Maret 2026.
Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif, mempengaruhi minat IPO. Meski demikian, Mandiri Sekuritas tetap optimis dan memproses IPO di semester II/2025.
Likuiditas pasar modal Indonesia tetap solid meski IPO BUMN absen pada 2026, berkat fokus pada reformasi struktur pasar dan peningkatan free float.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Ifonti.com sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
Transparansi data pasar modal bantu investor pemula hindari saham gorengan, fokus pada fundamental dan saham undervalued untuk investasi aman.