Pertemuan BEI-MSCI: Sinyal positif pasar saham, IHSG siap rebound?
Pertemuan BEI dan MSCI sinyalkan perbaikan pasar saham Indonesia, menarik minat investor global dengan reformasi struktural dan peningkatan transparansi.
Pertemuan BEI dan MSCI sinyalkan perbaikan pasar saham Indonesia, menarik minat investor global dengan reformasi struktural dan peningkatan transparansi.
Minat asing pada saham migas Indonesia menurun akibat pembekuan rebalancing FTSE dan harga minyak yang lesu, memicu arus keluar modal dan risiko pasar.
FTSE Russell menunda review indeks saham Indonesia karena alasan teknis terkait data free float, bukan penurunan kualitas pasar. Penundaan ini memengaruhi stabilitas dana pasif dan inflow baru.
Ciptadana Sekuritas mempertahankan proyeksi IHSG 2026 di 8.960-9.600 meski tertekan pengumuman MSCI. Investor disarankan fokus pada saham defensif dan domestik.
IHSG diproyeksi tembus 9.000 pada 2026 meski diguncang MSCI, didorong reformasi pasar modal dan saham big caps bervaluasi murah.
OJK memperketat sanksi di pasar modal untuk cegah manipulasi saham dan informasi menyesatkan, guna menjaga integritas dan kepercayaan investor.
OJK perketat transparansi UBO dan data kepemilikan saham untuk reformasi pasar modal, tingkatkan kredibilitas investasi Indonesia dengan praktik internasional.
Friderica Widyasari Dewi, pimpinan baru OJK, berkomitmen mempercepat reformasi pasar modal dengan meningkatkan kualitas emiten, melindungi investor ritel, dan memberantas saham gorengan.
Pengunduran diri petinggi OJK dan BEI berpotensi mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.
IHSG jatuh 7,35% akibat kekhawatiran MSCI soal transparansi pasar Indonesia. Otoritas berjanji memperbaiki, sementara investor disarankan waspada.