Kaleidoskop 2025: Kinerja moncer saham DSSA, DCII, hingga BRPT jadi motor IHSG
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.
CBRE memimpin daftar saham top gainers 2025 dengan kenaikan 5.136,84%, diikuti COIN dan BUVA. Kenaikan ini didorong oleh investasi dan strategi bisnis.
Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.
Saham konglomerat seperti DCII, MORA, dan BUMI memimpin IHSG 2025. Meski valuasi premium, prospek 2026 masih dipertanyakan karena gap fundamental.
IHSG naik 1,46% pekan ini, didukung saham FILM, MORA, dan TLKM. Kapitalisasi pasar BEI naik 1,39% Ifonti.com buy asing Rp2,48 triliun.
EXCL telah menjual seluruh sahamnya di MORA dengan harga transaksi sebesar Rp432 per saham. Dengan demikian, EXCL meraup dana segar senilai Rp1,87 triliun.
Saham UANG dan MORA melonjak lebih dari 150% di tengah penurunan IHSG pada 10-14 November 2025, dengan volume transaksi harian naik 99,35%.
Saham DSSA, BREN, dan TLKM terpantau memuncaki top leaders yang menopang pergerakan IHSG sepanjang pekan ini periode 3 hingga 7 November 2025.
BEI menghentikan sementara perdagangan lima saham, termasuk PGLI dan MORA, mulai hari ini, Rabu (22/10/2025), akibat lonjakan harga yang signifikan.
BEI menjatuhkan suspensi terhadap saham MORA dan ASPI mulai perdagangan hari ini, (15/10/2025) karena kenaikan harga yang signifikan.