IHSG Berpotensi Turun? Analisa Saham BBTN, MEDC, dan Tipsnya
IHSG diprediksi terkoreksi awal pekan ke 8.044-8.233. Cermati saham BBTN, BSDE, ESSA, dan MEDC untuk peluang beli. Kapitalisasi pasar naik 3,31%.
IHSG diprediksi terkoreksi awal pekan ke 8.044-8.233. Cermati saham BBTN, BSDE, ESSA, dan MEDC untuk peluang beli. Kapitalisasi pasar naik 3,31%.
IHSG mengalami kenaikan selama sepekan perdagangan sebesar 4,50% ke level 8.271,72 dengan kapitalisasi pasar Bursa meningkat menjadi Rp15.234 triliun.
Indeks Bisnis-27 naik 0,19% ke 543,07 didorong saham AKRA, ASII, KLBF, dan BBNI, meski IHSG turun tipis 0,03% ke 8.271,72 pada 24 Oktober 2025.
Nilai aset reksa dana saham turun 20,07% yoy di Agustus 2025 meski IHSG naik 10,6%. Penurunan dipicu turunnya indeks LQ45 dan pergeseran investasi.
Chengdong melanjutkan aksi jual saham BUMI sehingga total kepemilikannya di bawah 9%.
IHSG fluktuatif menanti keputusan BI Rate, saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menguat. Investor menunggu penurunan BI Rate jadi 4,5%.
BEI menghentikan sementara perdagangan lima saham, termasuk PGLI dan MORA, mulai hari ini, Rabu (22/10/2025), akibat lonjakan harga yang signifikan.
PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) mendapat persetujuan pemegang saham untuk private placement Rp61,35 miliar guna memperbaiki posisi keuangan.
IHSG naik 1,84% ke 8.238 pada 21/10/2025, kapitalisasi pasar BEI Rp15.187,50 triliun. 447 saham naik, 232 turun, 135 stagnan.
Perpanjangan insentif PPN DTP dinilai menjadi katalis positif bagi sektor properti, namun dampaknya belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.