Pengumuman MSCI guncang pasar saham, ini saran untuk emiten

Penangguhan rebalancing MSCI mengguncang IHSG, turun 7,35%. Emiten disarankan tingkatkan transparansi data untuk penuhi standar global dan kurangi risiko tata kelola.

Harapan BUVA hingga SSIA masuk MSCI gugur, perubahan saham Indonesia dibekukan

MSCI membekukan perubahan saham Indonesia di indeks globalnya, menghambat harapan masuknya saham BUMI dan SSIA. Langkah ini untuk mengurangi risiko investasi.

Asa indeks LQ45 lampaui performa IHSG usai rebalancing

Indeks LQ45 diprediksi mengungguli IHSG pada 2026 usai rebalancing, didorong oleh masuknya saham baru dan sektor energi terbarukan yang menarik investor.

Sekuritas gesit kumpulkan calon emiten kala IHSG bergeliat kuartal I/2026

Sekuritas aktif mengumpulkan calon emiten untuk IPO di tengah penguatan IHSG. OCBC dan Samuel Sekuritas menargetkan perusahaan dari sektor teknologi, logistik, dan FMCG. BEI mencatat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO, dengan sektor keuangan memimpin.

Bocoran Samuel Sekuritas soal calon emiten IPO 2026 usai RLCO

Samuel Sekuritas menargetkan 5 perusahaan dari sektor keuangan, farmasi, retail, teknologi, dan komoditas untuk IPO di BEI pada 2026.

Saham emas pilihan ANTM hingga ARCI saat harga logam mulia memanas

Saham emas seperti EMAS, ANTM, dan HRTA melonjak seiring kenaikan harga emas global akibat ketidakpastian kebijakan AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.

Low Tuck Kwong lanjut tambah saham Bayan Resources (BYAN)

Low Tuck Kwong menambah 3.700 saham BYAN pada Januari 2026, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Tujuan transaksi adalah untuk investasi.

Glencore lego sejumlah saham CITA dan NCKL

Glencore tercatat melepas sejumlah saham CITA dan NCKL, masing-masing sebanyak 248.400 lembar dan 53,09 juta lembar per 20 Januari 2026.

Prajogo Pangestu rogoh Rp8,48 miliar tambah muatan saham BREN

Prajogo Pangestu menginvestasikan Rp8,48 miliar untuk membeli 900.000 saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada 23 Januari 2026, meningkatkan kepemilikannya menjadi 141,68 juta saham.

Asuransi Digital Bersama (YOII) rancang rights issue 684,93 juta saham baru

PT Asuransi Digital Bersama (YOII) berencana rights issue 684,94 juta saham baru pada 2026 untuk memperkuat modal kerja, menunggu persetujuan RUPSLB.