IHSG ditutup menguat ke 8.936,75 didorong BBCA hingga AMMN cs
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.
DSSA, ARCI, dan FUTR diversifikasi ke energi baru terbarukan, mempengaruhi pandangan investor. Prospek bergantung pada progres proyek dan kebijakan pemerintah.
Saham DSSA, BREN, dan TLKM terpantau memuncaki top leaders yang menopang pergerakan IHSG sepanjang pekan ini periode 3 hingga 7 November 2025.
IHSG cetak rekor baru di 2025, didukung saham DCII, DSSA, dan ASII. IHSG capai level tertinggi 8.355, naik 17,18% ytd. Saham multibagger konglomerat jadi penopang utama.
FTSE Russell memasukkan saham DSSA, ULTJ, dan CNMA ke indeks baru, namun performa saham ini lesu meski sebelumnya sempat menguat. IHSG diprediksi bervariasi.
10 saham big caps seperti BREN, DSSA hingga PANI terpantau memuncaki top leaders yang menopang gerak IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (11/8/2025).