Mengukur minat IPO hingga rights issue saat pasar saham gonjang-ganjing
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Indeks Bisnis-27 naik 0,25% ke 545,33 pada 12/2/2026, dipimpin saham INCO, NCKL, UNTR. IHSG berpotensi lanjut naik, waspadai koreksi ke 8.155-8.239.
IHSG diprediksi menguat pada 5 Februari 2026, dengan saham BKSL, MBMA, dan MEDC direkomendasikan untuk dibeli. Analis mencermati data ekonomi Indonesia 2025.
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp250 miliar untuk meredam tekanan jual dan menjaga kepercayaan investor.
IHSG turun tajam, investor pemula disarankan tetap tenang dan memahami tujuan investasi. Trading halt BEI bertujuan mencegah keputusan emosional.
IHSG turun 6,94% pekan ini, namun saham ELPI, AGII, dan ELSA jadi top gainers dengan kenaikan signifikan. Kapitalisasi pasar turun 7,37% menjadi Rp15.046 triliun.
Harga emas melonjak ke US$5.245/oz, sementara saham emiten emas seperti PSAB dan MDKA Ifonti.com buy asing meski IHSG turun 7,35% pada 28 Januari.
GOTO, BUKA, dan RATU umumkan realisasi dana IPO hingga 2025, pasar harap dana jadi aset produktif, bukan hanya parkir di bank.
Saham pelayaran seperti SMDR dan PJHB melonjak awal 2026, namun kini terkoreksi. Prospek tetap ada, tetapi volatilitas dan biaya operasional jadi tantangan.
Saham migas bervariasi usai konflik AS-Venezuela; investor disarankan fokus pada emiten dengan kinerja keuangan baik untuk peluang jangka pendek.