Puasa IPO BUMN 2026, likuiditas pasar bakal mengalir ke swasta?
Absennya BUMN dalam daftar antrean IPO sepanjang 2026 dinilai menjadi peluang emas bagi emiten swasta dan kelompok konglomerasi.
Absennya BUMN dalam daftar antrean IPO sepanjang 2026 dinilai menjadi peluang emas bagi emiten swasta dan kelompok konglomerasi.
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Presiden Prabowo mengarahkan perombakan BEI usai IHSG tertekan MSCI. Langkahnya: demutualisasi BEI, naikkan free float, tingkatkan investasi dana pensiun, sesuaikan standar MSCI, dan optimalkan likuiditas.
Ekspansi fiskal 2025 dinilai menekan kebijakan moneter BI, memicu ketegangan dengan Menkeu Purbaya. BI harus menjaga stabilitas meski fiskal ‘reckless’.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Ifonti.com buy asing signifikan.
Danantara Indonesia dinilai dapat menjadi katalis besar bagi peningkatan likuiditas dan pendalaman pasar modal melalui sejumlah peran.
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.
Akhir tahun 2025, 31 emiten konglomerasi, termasuk Adaro dan Medco, akan membagikan dividen interim senilai Rp11,42 triliun. Ini sinyal positif bagi investor meski prospek 2026 belum jelas.
Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.