IHSG Akhir Tahun: Meski Ditinggal Asing, Potensi Menguat Masih Ada!
IHSG berpotensi menguat di akhir 2025 meski investor asing keluar. Likuiditas domestik dan saham konglomerasi jadi penopang, namun perlu dukungan sektor lain.
IHSG berpotensi menguat di akhir 2025 meski investor asing keluar. Likuiditas domestik dan saham konglomerasi jadi penopang, namun perlu dukungan sektor lain.
Pelemahan rupiah berisiko menekan laju IHSG hari ini, Kamis (25/9/2025). Analis BRI Danareksa rekomendasikan beli saham BUMI, NCKL, dan DKFT, serta jual MAPI.
IHSG berpeluang lanjut menguat tembus level ATH baru 8.155 pada hari ini, Rabu (24/9/2025). Saham ADMR, HRUM hingga NCKL masuk radar rekomendasi analis.
IHSG berpeluang rebound menuju level 8.098-8.155 pada perdagangan hari ini, Selasa (23/9/2025). Saham ARCI, BUVA hingga ENRG masuk radar rekomendasi analis.
IHSG berpotensi menguat dengan rekomendasi saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN di tengah pelonggaran moneter dan stabilitas ekonomi.
Saham lapis dua IDXSMC-LIQ, seperti MEDC dan PTRO, mengungguli bluechip dengan potensi pertumbuhan tinggi. Rekomendasi beli MEDC, PTRO, dan HRUM.
IHSG berpotensi menembus level 8.000 pada hari ini, Senin (15/9/2025). Saham ANTM, MDKA hingga WIFI masuk radar rekomendasi analis.
Pemerintah mengalirkan Rp200 triliun ke bank BUMN, memicu euforia pasar. Bagaimana prospek saham bank-bank Himbara ke depan?
Ekspor batu bara Indonesia turun 21,74% hingga Juli 2025. Analis optimis musim dingin bisa memicu rebound saham batu bara seperti AADI, ITMG, dan UNTR.
IHSG diproyeksi tertekan akibat demo di Jakarta, tetapi saham big caps seperti BBNI, BBCA, BMRI, dan BBRI tetap direkomendasikan oleh analis.