Saham emiten energi (BUMI, DEWA) melaju saat investor lepas bank jumbo
IHSG diproyeksikan terkonsolidasi usai libur Imlek seiring munculnya sinyal rotasi modal dari saham perbankan yang tertekan aksi jual asing ke energi.
IHSG diproyeksikan terkonsolidasi usai libur Imlek seiring munculnya sinyal rotasi modal dari saham perbankan yang tertekan aksi jual asing ke energi.
Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.
Indeks saham berbasis ESG menunjukkan kinerja yang lesu pada 2025, dengan IDXESGL hanya naik 2,87% dan SRI-KEHATI naik 2,16%, sementara IHSG menguat 22,10%.
IDX High Dividend 20 melemah 0,19% di 2025, berbanding terbalik dengan IHSG yang naik 20,59%. Saham teknologi melonjak, sementara saham bank dan energi melemah.
IDX High Dividend 20 melemah 0,19% di 2025, berbanding terbalik dengan IHSG yang naik 20,59%, efek dari fundamental konstituen yang tidak sesuai ekspektasi
Pada 2025, investor asing banyak menjual saham bank besar Indonesia seperti BBCA dan BMRI. Namun, pada 2026, diprediksi aliran dana asing akan kembali ke saham-saham ini karena suku bunga global yang lebih rendah dan prospek ekonomi yang membaik.
Pasar saham Indonesia berpotensi menguat akhir tahun berkat Santa Claus Rally, dengan saham seperti BMRI, ASII, dan ANTM diproyeksikan naik.
Investor asing mengalirkan dana Rp3,9 triliun ke pasar saham Indonesia, dengan saham BMRI dan BBCA menjadi incaran utama. IHSG naik 0,52% pekan ini.
Indeks Bisnis-27 naik 0,50% pada pembukaan Senin, 17/11/2025, dengan saham bank jumbo dan PGEO memimpin penguatan. 16 saham naik, 8 turun, 3 stagnan.
Dana asing diprediksi kembali masuk ke saham bank besar Indonesia pada 2026, didorong penurunan suku bunga dan stimulus pemerintah yang meningkatkan kinerja perbankan.