Deretan sektor saham potensial cuan saat suku bunga BI ditahan
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
Berkshire Hathaway memangkas saham Amazon dan Apple, beralih ke media, energi, dan asuransi dengan investasi besar di New York Times, Chevron, dan Chubb.
IHSG diprediksi konsolidasi di level 8.850-9.100. Saham PGEO, AKRA, dan MEDC direkomendasikan analis. Rupiah menguat, emas naik, ketegangan geopolitik meningkat.
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.
Reksa dana saham diproyeksikan tumbuh 7%-9% tahun ini, didorong sektor energi dan komoditas.
IHSG terus mencetak rekor ATH didorong sentimen positif, sektor transportasi dan energi berpotensi menopang, meski ada risiko geopolitik global.
Saham konglomerat naik signifikan di 2025, peluang rotasi sektoral di 2026 fokus pada infrastruktur, transportasi, konsumer, energi, properti, dan telco.
Enam perusahaan besar siap IPO di BEI akhir tahun 2025, berasal dari sektor material, energi, finansial, teknologi, dan transportasi. Total 9 perusahaan dalam pipeline.
Pasar saham Indonesia 2025 didominasi saham teknologi, IDXTECHNO naik 143,55% ytd. Saham sektor lain juga menguat, namun IDXFINANCE dan IDXNONCYC tertinggal.
Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir 2025, sementara sektor finansial mendominasi. BEI mencatat 26 perusahaan baru dengan total dana Rp18,11 triliun.