Bank of Singapore lepas saham BACA kurang dari sebulan, BEI minta klarifikasi
BEI meminta klarifikasi dari Bank Capital terkait pelepasan saham BACA oleh Bank of Singapore dalam waktu kurang dari sebulan setelah pembelian melalui skema repo.
BEI meminta klarifikasi dari Bank Capital terkait pelepasan saham BACA oleh Bank of Singapore dalam waktu kurang dari sebulan setelah pembelian melalui skema repo.
Andhesti Tungkas Pratama menjual 400 juta saham DEWA senilai Rp232,4 miliar pada 31 Desember 2025 untuk divestasi, mengurangi kepemilikan dari 9,35% menjadi 8,37%.
CIMB Niaga buyback 168.000 saham senilai Rp357,24 juta pada 5 April 2024, dengan harga rata-rata Rp2.120 per saham, dan mengalihkan sebagian untuk program MRT.
IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.
Anak usaha Emtek, PT Elang Media Visitama, membeli 28,31 juta saham Superbank senilai Rp25,76 miliar.
Feisal memborong 335.334.474 saham CMNP lewat PT Bank HSBC Indonesia dan PT Indo Premier Sekuritas, masing-masing 334.128.674 lembar dan 1.205.800 lembar.
Kontribusi investor ritel di BEI naik jadi 50% pada 2025. OJK fokus pada perlindungan dan edukasi untuk mencegah manipulasi pasar dan mendorong investasi berkelanjutan.
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
Sepanjang 22-24 Desember 2025, saham ATAP naik 94,61%, memimpin top gainers meski IHSG melemah 0,83%. Saham lain seperti MGNA dan INCO juga naik signifikan.