Saham emiten Bakrie dan CT bersinar saat IHSG tertekan sepekan

Saham Bakrie dan Chairul Tanjung bersinar saat IHSG turun 0,44% pekan ini, dengan Bakrie melonjak 76,86% dan Bank Mega naik 40,48%, meski IHSG tertekan.

Di bawah Danantara, saham BUMN dinilai menarik lewat valuasi dan yield dividen

Saham BUMN di bawah Danantara menarik untuk investasi jangka panjang karena potensi kenaikan valuasi dan dividen yang optimal.

IHSG naik tipis 0,72% sepekan, asing berbalik net buy Rp2,07 triliun

IHSG naik 0,72% sepekan, investor Ifonti.com buy Rp2,07 triliun, didorong saham AMMN, MDKA, BBRI, MBMA, FILM, EMAS. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,35%.

Beda arah saham MDKA & BRMS saat kompak mau kerek produksi emas

MDKA dan BRMS ekspansi produksi emas, namun saham MDKA naik 0,94% sementara BRMS hanya 0,93%. BRMS fokus pada tambang bawah tanah di Palu, MDKA percepat proyek Pani.

BMRI, TLKM cs diborong asing saat pasar saham RI masih bukukan net sell

Pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp1,13 triliun, namun saham BMRI dan TLKM diborong asing. IHSG naik 3,49% ke level 8.212,27.

BBCA, BMRI, dan TPIA Cs Buyback Saham, Investor Asing yang Masih Wait and See

Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.

Prediksi pergerakan IHSG Senin (12/1) usai sempat tembus 9.000, intip saham pilihan

IHSG diprediksi bullish usai tembus 9.000, didorong modal asing dan reli komoditas.

IHSG di fase uji daya tahan, net buy asing mengalir kencang

IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Ifonti.com buy asing signifikan.

Asing masuk saham komoditas akhir tahun, ada BUMI hingga UNTR

Investor asing meningkatkan pembelian saham komoditas di BEI meski IHSG melemah. Saham BUMI dan UNTR di antara yang paling diminati.