Dividen dan prospek emiten jadi motor pendorong reksa dana saham
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.
Investor asing Ifonti.com buy Rp7,3 triliun di pasar saham Indonesia pada 2026, dengan saham BBRI, PTRO, dan BMRI menjadi sasaran utama. IHSG naik 4,96% YtD.
IHSG turun 2% pada perdagangan intraday 12 Januari 2026 akibat ketegangan AS-Iran, aksi profit taking, dan stagnasi data CPI. Saham energi terkoreksi signifikan.
Awal Januari 2026, investor asing jual neto Rp1,38 triliun di SBN, meski total modal asing masuk Rp1,44 triliun.
Dividen interim BRI (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) akan masuk ke rekening pemegang saham pekan depan.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
Pasar saham Arab Saudi anjlok 1,8% pada penutupan perdagangan Minggu, 4 Desember 2025. Itu menjadi penurunan terdalam dalam sembilan bulan terakhir.
Memasuki 2026, investor dihadapkan pada pilihan investasi saham, emas, obligasi, dan kripto.