IHSG naik 0,87% sesi I hari ini (29/12), saham konglomerat kompak melaju

IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.

Setelah saham konglomerat melejit 2025, ini arah rotasi sektor 2026

Saham konglomerat naik signifikan di 2025, peluang rotasi sektoral di 2026 fokus pada infrastruktur, transportasi, konsumer, energi, properti, dan telco.

Euforia saham konglomerat 2025: Lanjut atau saatnya rebalancing di 2026?

Saham konglomerat naik di 2025, namun di 2026 investor harus selektif dan fokus pada fundamental. Rebalancing disarankan jika valuasi saham terlalu tinggi.

Saham konglomerat BRPT, DSSA, hingga DCII anjlok sepekan bikin IHSG loyo

Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.

Adu cuan saham konglomerat vs blue chip, siapa unggul di 2026?

Saham konglomerat diprediksi unggul di 2026 dibanding blue chip, meski tantangan masuk MSCI meningkat. Saham perbankan lesu, tapi peluang rebound ada.

Saham konglomerat Prajogo Pangestu hingga Bakrie, mana yang masih prospektif 2026?

Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.

IHSG Terus Menguat, Perbankan hingga Konsumer Dinilai Belum Tergarap

IHSG menguat meski laba emiten turun 4,2% YoY. Saham perbankan dan konsumer dinilai undervalue, berpotensi naik di tengah stabilitas ekonomi kuartal IV/2025.

IHSG Cetak Rekor ATH Baru, DCII, DSSA, hingga ASII jadi Penopang

IHSG cetak rekor baru di 2025, didukung saham DCII, DSSA, dan ASII. IHSG capai level tertinggi 8.355, naik 17,18% ytd. Saham multibagger konglomerat jadi penopang utama.

Saham Konglomerat Rontok: Prajogo, Hashim, Lippo, Apa Penyebabnya?

Saham konglomerat seperti Prajogo, Hashim, hingga Grup Lippo jatuh, IHSG turun 2,57% ke 7.915,65