BI Tidak Batasi Transaksi Valas, Hanya Ketatkan Aturan Penyertaan Underlying

Bank Indonesia tidak membatasi transaksi valas, tetapi memperketat aturan penyertaan dokumen underlying mulai 1 April 2026 untuk menjaga stabilitas Rupiah.

Breaking! BI kembali tahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026

Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Risiko gejolak rupiah mengintai saat BI setop operasi moneter selama Lebaran

Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.

IHSG hari ini (20/2) diramal sideways di level 8.200–8.350 usai BI tahan suku bunga

IHSG diprediksi sideways di 8.200-8.350 usai BI tahan suku bunga 4,75%. Sentimen stabil, kredit tumbuh 9,96%, dan kesepakatan dagang RI-AS dukung pasar.

BI lanjutkan kebijakan akomodatif, borong SBN hingga geber ekspansi likuiditas

Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Kebijakan akomodatif berlanjut, BI borong SBN hingga geber ekspansi likuiditas

Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Saham BYAN, UNVR & BREN topang laju IHSG pagi ini di tengah fokus RDG BI

IHSG menguat ke 8.337,60 didukung saham BYAN, UNVR, dan BREN, jelang RDG BI yang diprediksi tahan suku bunga di 4,75%. Investor fokus pada stabilitas ekonomi.

Investor asing terus keluar dari pasar saham, net sell sentuh Rp14,46 triliun

Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.

BI blak-blakan penyebab bank sentral rajin beli emas dan rupiah melemah

Bank Indonesia mengungkapkan investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi rupiah. BI terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar.

Nilai tukar rupiah berbalik menguat, pengamat: BI kirim sinyal positif ke pasar

Rupiah menguat didorong pelemahan dolar AS dan sinyal positif BI. Stabilitas rupiah diprioritaskan BI melalui operasi pasar valas, meski risiko global dan isu fiskal tetap diwaspadai.