IHSG hari ini (20/2) diramal sideways di level 8.200–8.350 usai BI tahan suku bunga

IHSG diprediksi sideways di 8.200-8.350 usai BI tahan suku bunga 4,75%. Sentimen stabil, kredit tumbuh 9,96%, dan kesepakatan dagang RI-AS dukung pasar.

BI lanjutkan kebijakan akomodatif, borong SBN hingga geber ekspansi likuiditas

Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Kebijakan akomodatif berlanjut, BI borong SBN hingga geber ekspansi likuiditas

Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Saham BYAN, UNVR & BREN topang laju IHSG pagi ini di tengah fokus RDG BI

IHSG menguat ke 8.337,60 didukung saham BYAN, UNVR, dan BREN, jelang RDG BI yang diprediksi tahan suku bunga di 4,75%. Investor fokus pada stabilitas ekonomi.

Investor asing terus keluar dari pasar saham, net sell sentuh Rp14,46 triliun

Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.

BI blak-blakan penyebab bank sentral rajin beli emas dan rupiah melemah

Bank Indonesia mengungkapkan investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi rupiah. BI terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar.

Nilai tukar rupiah berbalik menguat, pengamat: BI kirim sinyal positif ke pasar

Rupiah menguat didorong pelemahan dolar AS dan sinyal positif BI. Stabilitas rupiah diprioritaskan BI melalui operasi pasar valas, meski risiko global dan isu fiskal tetap diwaspadai.

Usai tahan BI rate 4,75%, kapan Bank Indonesia pangkas suku bunga acuan lagi?

Bank Indonesia diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan beberapa kali hingga akhir 2026. Kapan saja prediksi waktunya?

Jelang pengumuman BI rate, rupiah dibuka loyo ke level Rp16.957 per dolar AS

Rupiah melemah ke Rp16.957 per dolar AS jelang pengumuman BI Rate. Ekonom prediksi BI tahan suku bunga di 4,75% untuk stabilkan nilai tukar dan inflasi.