Pejabat The Fed: Posisi suku bunga sudah tepat untuk jaga inflasi AS
Presiden Fed New York, John Williams, menilai suku bunga saat ini tepat untuk menstabilkan pasar tenaga kerja dan mengembalikan inflasi ke target 2%.
Presiden Fed New York, John Williams, menilai suku bunga saat ini tepat untuk menstabilkan pasar tenaga kerja dan mengembalikan inflasi ke target 2%.
Ruang fiskal Indonesia menyempit akibat defisit APBN 2025, mendorong peran Bank Indonesia dalam menstimulasi ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih longgar.
Menkeu AS Scott Bessent dorong The Fed pangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meski risiko inflasi meningkat.
Ekspansi fiskal 2025 dinilai menekan kebijakan moneter BI, memicu ketegangan dengan Menkeu Purbaya. BI harus menjaga stabilitas meski fiskal ‘reckless’.
Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.
Daya tarik SBN ritel tetap kuat meski suku bunga BI turun di 2026, didukung pertumbuhan investor dan penerbitan surat utang tenor pendek oleh pemerintah.
Saham bank diprediksi menopang IHSG 2026 dengan rotasi sektor dari komoditas ke finansial, didukung suku bunga rendah dan potensi pemulihan earnings.
Bank Indonesia dan Bank Sentral Thailand menghadapi 2026 dengan kebijakan moneter berbeda; Thailand memangkas suku bunga untuk melemahkan baht, sementara Indonesia menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah.
Jerome Powell akan lengser sebagai Ketua The Fed pada 2026. Proses penggantian melibatkan Presiden AS dan Senat, dengan gaji sekitar US$250.600 per tahun.
The Fed memangkas suku bunga untuk menghadapi 2026, menyeimbangkan risiko inflasi dan pasar tenaga kerja, dengan target pertumbuhan ekonomi 2,25% pada 2026.