Ekonom senior Burhanuddin Abdullah: Kenaikan suku bunga BI tepat di tengah tekanan global

Ekonom Burhanuddin Abdullah mendukung kenaikan suku bunga BI untuk stabilitas ekonomi di tengah tekanan global, mengingat pengalaman 2005 saat inflasi tinggi.

BNI (BBNI): Kenaikan BI rate perkuat stabilitas ekonomi dan rupiah

BNI mendukung kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25% untuk stabilitas ekonomi, memperkuat rupiah, dan menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan global.

Bank Indonesia naikkan BI rate 50 bps, apa dampaknya ke perekonomian?

Bank Indonesia menaikkan BI Rate 50 bps ke 5,25% untuk mengatasi ketidakpastian global dan menjaga stabilitas rupiah, meski berisiko menahan pertumbuhan ekonomi.

BI rate jadi 5,25%, Bank Mandiri (BMRI): Intermediasi tetap optimal

Bank Mandiri optimis intermediasi tetap optimal meski BI Rate naik 5,25%, menjaga stabilitas pasar dan inflasi, serta menyesuaikan bunga kredit dan simpanan.

BI rate naik 50 bps, prospek perbankan diperkirakan cenderung tertahan

BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25%, menahan prospek perbankan. Meski ekonomi domestik kuat, tekanan global dan perlambatan kredit membatasi pertumbuhan.

BI rate naik 50 bps, Bank Indonesia longgarkan aturan RIM dan tambah insentif KLM

Bank Indonesia naikkan BI Rate 50 bps dan longgarkan aturan RIM serta tambah insentif KLM untuk dorong intermediasi perbankan dan stabilitas keuangan.

Rupiah tembus Rp17.700, Mirae prediksi BI rate tetap 4,75%

Mirae Asset memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% meski rupiah melemah ke Rp17.700 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.

RDG Bank Indonesia Mei 2026: Akankah BI rate dikerek demi pulihkan rupiah?

Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5% pada RDG Mei 2026 untuk menstabilkan rupiah yang tertekan, meski inflasi terkendali.