Ekonom senior Burhanuddin Abdullah: Kenaikan suku bunga BI tepat di tengah tekanan global
Ekonom Burhanuddin Abdullah mendukung kenaikan suku bunga BI untuk stabilitas ekonomi di tengah tekanan global, mengingat pengalaman 2005 saat inflasi tinggi.
Ekonom Burhanuddin Abdullah mendukung kenaikan suku bunga BI untuk stabilitas ekonomi di tengah tekanan global, mengingat pengalaman 2005 saat inflasi tinggi.
BNI mendukung kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25% untuk stabilitas ekonomi, memperkuat rupiah, dan menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan global.
Bank Indonesia menaikkan BI Rate 50 bps ke 5,25% untuk mengatasi ketidakpastian global dan menjaga stabilitas rupiah, meski berisiko menahan pertumbuhan ekonomi.
IHSG naik 0,55% ke 6.353 dengan saham big caps seperti BBCA dan MORA menguat. Pidato Prabowo dan kenaikan BI Rate menjadi sentimen pasar utama.
Bank Mandiri optimis intermediasi tetap optimal meski BI Rate naik 5,25%, menjaga stabilitas pasar dan inflasi, serta menyesuaikan bunga kredit dan simpanan.
BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25%, menahan prospek perbankan. Meski ekonomi domestik kuat, tekanan global dan perlambatan kredit membatasi pertumbuhan.
Bank Indonesia naikkan BI Rate 50 bps dan longgarkan aturan RIM serta tambah insentif KLM untuk dorong intermediasi perbankan dan stabilitas keuangan.
Bank Indonesia menaikkan BI rate menjadi 5,25% pada RDG BI 19-20 Mei 2026
Mirae Asset memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% meski rupiah melemah ke Rp17.700 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.
Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5% pada RDG Mei 2026 untuk menstabilkan rupiah yang tertekan, meski inflasi terkendali.