Efek Purbaya Ditopang Asing, Target IHSG 9.000 Bakal Tercapai?
IHSG berpotensi mencapai 9.000 akhir 2025 didukung aliran modal asing dan ekonomi Indonesia yang kuat, meski target ini lebih bersifat psikologis.
IHSG berpotensi mencapai 9.000 akhir 2025 didukung aliran modal asing dan ekonomi Indonesia yang kuat, meski target ini lebih bersifat psikologis.
IHSG diramal bergerak mixed di rentang 8.150–8.350 pada Rabu (5/11/2025) setelah ditutup melemah akibat aksi profit taking dan tekanan dari bursa regional.
IHSG naik 10,14% jelang akhir 2025, didorong oleh arus modal asing dan window dressing. Saham bank besar, telekomunikasi, dan consumer staples direkomendasikan.
IHSG cetak rekor baru di 2025, didukung saham DCII, DSSA, dan ASII. IHSG capai level tertinggi 8.355, naik 17,18% ytd. Saham multibagger konglomerat jadi penopang utama.
Analis optimistis IHSG capai 8.400-8.600 di akhir 2025 Ifonti.com sell asing Rp47,31 triliun. Tantangan global dan domestik masih jadi perhatian.
Pasar saham Indonesia berpotensi menarik dana asing hingga 2025, meski tantangan global dan arus modal keluar masih ada. Kebijakan dalam negeri dan stabilitas ekonomi menjadi kunci.
Nilai aset reksa dana saham turun 20,07% yoy di Agustus 2025 meski IHSG naik 10,6%. Penurunan dipicu turunnya indeks LQ45 dan pergeseran investasi.
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke level 8.228-8.365 pada hari ini, Rabu (22/10/2025). Cek rekomendasi saham BREN, CUAN hingga SIDO.
IHSG naik 1,84% ke 8.238 pada 21/10/2025, kapitalisasi pasar BEI Rp15.187,50 triliun. 447 saham naik, 232 turun, 135 stagnan.
IHSG menguat 0,76% ke 7.975 pada setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, didorong pemangkasan suku bunga dan rilis data ekonomi AS.