Saham pasar negara berkembang melaju awal 2026, terdorong saham berbasis AI
Saham pasar negara berkembang menguat awal 2026, didorong oleh saham berbasis AI dan peran Asia dalam AI, mencapai level tertinggi sejak 2021.
Saham pasar negara berkembang menguat awal 2026, didorong oleh saham berbasis AI dan peran Asia dalam AI, mencapai level tertinggi sejak 2021.
Peluang penguatan harga saham FILM secara berkelanjutan, besar terjadi ke depannya, disebabkan oleh peluang FILM untuk masuk dalam indeks MSCI Global Standard.
Saham BREN dan BRMS jadi incaran asing usai masuk indeks MSCI, mendorong inflow dana asing ke pasar saham Indonesia. Faktor global dan domestik mendukung tren ini.
IHSG berpotensi cetak ATH baru, saham BBNI, RATU, dan RAJA jadi pilihan utama. Sentimen positif dari penundaan tarif impor AS-China dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed mendukung penguatan.
Rebalancing MSCI diharapkan menarik modal asing ke pasar saham Indonesia, Ifonti.com sell tahun ini Rp61,34 triliun. IHSG naik 0,78% di tengah sentimen positif.
Rebalancing MSCI memasukkan DSSA dan CUAN diproyeksi bawa IHSG naik. IHSG diprediksi bergerak di 7.450-7.550, didorong inflow dan pemulihan ekonomi.
Investor saham BUMI alami cuan dan boncos di 2025, Lo Kheng Hong borong saham BDMN, dan anak Hary Tanoe terjun ke bisnis startup.