Target guyuran likuiditas meleset, Purbaya senggol BI dan tuding bank main aman

Menteri Keuangan Purbaya menyalahkan ketidaksinkronan kebijakan antara BI dan perbankan atas stagnasi pertumbuhan kredit di 7%. Meski dana Rp200 triliun ditempatkan, penyaluran kredit tetap lambat.

Injeksi Rp200 triliun kurang ‘nendang’, Purbaya akui sempat ada ganjalan dengan BI

Menteri Keuangan Purbaya mengakui injeksi Rp200 triliun ke perbankan belum optimal karena ketidaksinkronan dengan BI, tetapi kini menurutnya koordinasi membaik.

Transmisi pelonggaran BI ke kredit masih tertahan, KB Bank dan Neobank ungkap faktor permintaan dan risiko

Transmisi pelonggaran BI ke kredit tertahan karena lemahnya permintaan dan risiko tinggi. Bank tetap hati-hati, meski BI sudah menurunkan suku bunga.

BI Kian Dalam Biayai APBN, Independensi Bank Sentral di Tubir Jurang?

Bank Indonesia semakin terlibat dalam pembiayaan APBN 2025, menyerap Rp289,9 triliun surat utang pemerintah, memicu kekhawatiran tentang independensinya.

BI Serap SBN Rp289,9 Triliun: Debt Switching Dominasi, Apa Artinya?

Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.

BI Tebar Likuiditas: Inflasi Mengintai? Dampak Purbaya di Sorotan!

Injeksi likuiditas Rp200 triliun ke himbara berpotensi mempengaruhi inflasi 2025, namun dampaknya diperkirakan terbatas karena ekonomi masih di bawah potensi.

IHSG Bullish! Outflow Asing Tak Goyahkan, Cukai Rokok Jadi Penentu?

IHSG diprediksi menguat didorong optimisme pelonggaran The Fed dan kesepakatan dagang RI-Uni Eropa hingga cukai rokok juga meningkatkan kepercayaan investor.

BI Dituding Jadi Biang Kerok Ekonomi Lambat, Ini Kata Purbaya!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik Kemenkeu dan BI atas perlambatan ekonomi akibat dana pemerintah yang mengendap di bank sentral, mencapai Rp800 triliun.

BI Buka-bukaan Alasan Pasang Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 4,6% – 5,4%

Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi RI tumbuh 4,6%-5,4% pada 2025, didorong investasi, ekspor, belanja pemerintah, dan kebijakan moneter yang pro-pertumbuhan.