Investor asing terus keluar dari pasar saham, net sell sentuh Rp14,46 triliun

Investor asing Ifonti.com sell Rp14,46 triliun hingga Februari 2026, memicu tekanan IHSG. Peluang buy on weakness terbuka pada saham fundamental kuat pasca rebalancing MSCI.

Gonjang-ganjing isu reshuffle kabinet Prabowo saat bursa saham babak belur

IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, BEI melakukan evaluasi pasar. Isu reshuffle Kabinet Prabowo semakin kuat, saat Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI.

Janji fiskal dan moneter dari Thomas Djiwandono setelah terpilih sebagai deputi gubernur BI

Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, berjanji sinergi moneter-fiskal untuk dorong ekonomi, didukung semua fraksi DPR.

Sentimen rupiah hingga kredibilitas fiskal bikin IHSG sepekan terkoreksi 1,37%

IHSG terkoreksi 1,37% akibat sentimen negatif rupiah dan kekhawatiran fiskal, Ifonti.com sell asing Rp3,25 triliun. Fokus pasar pada rapat FOMC dan data ekonomi AS.

Pemerintah optimistis ekonomi bisa tumbuh 5,4% meski diramal IMF lebih rendah

Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026 meski IMF memproyeksikan 5,1%, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.

Emiten konsumer diyakini prospektif, saham ICBP dan MYOR jadi pilihan

Sektor konsumer Indonesia prospektif hingga 2026, didukung kenaikan upah dan kebijakan fiskal. Saham ICBP dan MYOR jadi pilihan utama BRI Danareksa.

OCBC ramal IHSG tembus 9.700, intip sektor yang dijagokan

OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Ruang fiskal sempit, BI jadi harapan dorong pertumbuhan ekonomi 2026

Ruang fiskal Indonesia menyempit akibat defisit APBN 2025, mendorong peran Bank Indonesia dalam menstimulasi ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih longgar.

Target guyuran likuiditas meleset, Purbaya senggol BI dan tuding bank main aman

Menteri Keuangan Purbaya menyalahkan ketidaksinkronan kebijakan antara BI dan perbankan atas stagnasi pertumbuhan kredit di 7%. Meski dana Rp200 triliun ditempatkan, penyaluran kredit tetap lambat.

Injeksi Rp200 triliun kurang ‘nendang’, Purbaya akui sempat ada ganjalan dengan BI

Menteri Keuangan Purbaya mengakui injeksi Rp200 triliun ke perbankan belum optimal karena ketidaksinkronan dengan BI, tetapi kini menurutnya koordinasi membaik.