Diborong asing, saham emiten bank dan infrastruktur berpotensi jadi motor IHSG
Saham bank dan infrastruktur diprediksi jadi motor IHSG, didorong akumulasi asing dan potensi rotasi sektoral dari komoditas ke finansial.
Saham bank dan infrastruktur diprediksi jadi motor IHSG, didorong akumulasi asing dan potensi rotasi sektoral dari komoditas ke finansial.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.
Saham bank diprediksi menopang IHSG 2026 dengan rotasi sektor dari komoditas ke finansial, didukung suku bunga rendah dan potensi pemulihan earnings.
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Saham BBKP naik 38,89% ytd, perseroan menilai hal ini merupakan sinyal positif dari pasar atas transformasi KB Bank.
Bank Jago (ARTO) fokus pada profitabilitas meski BI Rate turun jadi 4,75%. Mereka menilai NIM bukan satu-satunya indikator kinerja, dan tetap menjaga pertumbuhan serta profitabilitas.
Sepanjang 2025, asing jual bersih BBCA Rp23,3 triliun & BMRI Rp13,2 triliun Namun, potensi inflow asing diprediksi kembali menopang kinerja duo bank jumbo ini.
Penurunan BI Rate menjadi sentimen positif bagi saham perbankan, terutama bank BUMN. Analis rekomendasikan akumulasi sejumlah saham emiten bank.
Bank Neo Commerce (BBYB) menyesuaikan bunga simpanan seiring penurunan BI Rate menjadi 5% dengan fokus pada likuiditas dan pertumbuhan dana murah (CASA).
Lo Kheng Hong masuk daftar top 20 pemegang saham Bank Danamon (BDMN) per Juli 2025, dengan MUFG Bank Ltd sebagai pemegang saham terbesar.