Indeks Bisnis-27 ditutup menguat ditopang saham TLKM, ANTM hingga NCKL
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 565,37 pada hari ini, Senin (26/1/2026) didorong oleh saham TLKM, ANTM, dan NCKL.
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 565,37 pada hari ini, Senin (26/1/2026) didorong oleh saham TLKM, ANTM, dan NCKL.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melaporkan adanya transaksi pembelian 155.000 saham perseroan melalui skema repo pada 9 Januari 2026.
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.
Danantara Asset Management akan menerima dividen interim Rp15,89 triliun dari BRI dan Bank Mandiri pada Januari 2026, sebagai pemegang saham pengendali.
Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen interim Rp9,3 triliun atau Rp100 per saham untuk tahun buku 2025.
IDXBUMN20 diprediksi menguat pada 2026 didukung pemulihan kredit, penurunan suku bunga, dan belanja fiskal. Saham TLKM, PGAS, & konstruksi BUMN berpotensi naik.
IHSG dibuka menguat di 8.449,54 pada 20/11/2025. Saham BMRI, SGRO, dan BREN naik.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,61% ke 551,46 pada 5/11/2025, dipimpin saham BBCA, KLBF, dan MAPI. IHSG naik 0,93% ke 8.318,53 dengan transaksi Rp18,48 triliun.
Indeks Bisnis-27 ditutup turun 0,37% ke 513,48, meski saham AMRT, BRPT, dan CTRA menguat. IHSG naik 0,27% ke 8.139, berlawanan dengan tren Indeks Bisnis-27.