IHSG naik 0,87% sesi I hari ini (29/12), saham konglomerat kompak melaju
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.
Danantara Asset Management akan menerima dividen interim Rp15,89 triliun dari BRI dan Bank Mandiri pada Januari 2026, sebagai pemegang saham pengendali.
Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen interim Rp9,3 triliun atau Rp100 per saham untuk tahun buku 2025.
IDXBUMN20 diprediksi menguat pada 2026 didukung pemulihan kredit, penurunan suku bunga, dan belanja fiskal. Saham TLKM, PGAS, & konstruksi BUMN berpotensi naik.
IHSG dibuka menguat di 8.449,54 pada 20/11/2025. Saham BMRI, SGRO, dan BREN naik.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,61% ke 551,46 pada 5/11/2025, dipimpin saham BBCA, KLBF, dan MAPI. IHSG naik 0,93% ke 8.318,53 dengan transaksi Rp18,48 triliun.
Indeks Bisnis-27 ditutup turun 0,37% ke 513,48, meski saham AMRT, BRPT, dan CTRA menguat. IHSG naik 0,27% ke 8.139, berlawanan dengan tren Indeks Bisnis-27.
IHSG turun 0,27% ke 7.905,76 akibat rencana Patriot Bond 2% oleh SWF Indonesia. Saham BBCA, AMMN, dan PANI melemah, menekan indeks.
Investor asing ramai membeli saham BBRI senilai Rp474,72 miliar, sementara saham BBCA hingga BBKP dilego.