Rebound IHSG di tengah volatilitas, ini sinyalnya
IHSG rebound 1,76% di tengah volatilitas global. Kenaikan komoditas & valuasi saham murah jadi katalis. Investor disarankan akumulasi saham berfundamental kuat.
IHSG rebound 1,76% di tengah volatilitas global. Kenaikan komoditas & valuasi saham murah jadi katalis. Investor disarankan akumulasi saham berfundamental kuat.
Menjelang musim dividen 2026, rotasi sektoral ke emiten tambang dan perbankan yang rutin membagikan dividen menjadi opsi menarik bagi investor.
Investor kini fokus pada saham dengan dividen tinggi, mendorong indeks IDX High Dividend 20 naik 4,93% YtD di 2026. Strategi ini mengamankan posisi sebelum RUPS.
Investor berebut saham royal dividen jelang RUPS, didorong potensi dividen tinggi dan harga saham terdiskon. IDX High Dividend 20 naik 4,93% YtD.
IHSG diproyeksikan terkonsolidasi usai libur Imlek seiring munculnya sinyal rotasi modal dari saham perbankan yang tertekan aksi jual asing ke energi.
Saham sektor konsumer, ritel, dan telekomunikasi diprediksi menguat usai Imlek dan jelang Ramadan, sementara sektor perbankan alami normalisasi.
Saham bank bergerak variatif di tengah kabar Thomas Djiwandono jadi calon Deputi Gubernur BI, namun belum berdampak signifikan pada perdagangan saham.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,32% ke 565,01 pada 8 Januari 2026, didorong saham ADRO, HEAL, dan BRPT. Sebanyak 20 saham naik, 6 turun, dan 1 stagnan.
CIMB Niaga buyback 168.000 saham senilai Rp357,24 juta pada 5 April 2024, dengan harga rata-rata Rp2.120 per saham, dan mengalihkan sebagian untuk program MRT.
Saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi pemberat IHSG 2025, dengan koreksi signifikan yang menghambat laju indeks hingga 7,62%.