Dolar AS perkasa didorong spekulasi The Fed tahan pemangkasan suku bunga
Dolar AS menguat karena spekulasi The Fed tidak akan memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan, meski tekanan dari kebijakan Trump masih ada.
Dolar AS menguat karena spekulasi The Fed tidak akan memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan, meski tekanan dari kebijakan Trump masih ada.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,35% ke 529,82, namun saham ADMR, ADRO, dan AMRT menguat. Fokus pasar pada data ekonomi AS, China, dan Indonesia.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
IHSG diprediksi menguat dengan saham AKRA, PTRO, ASII jadi perhatian. Optimisme ekonomi dan data positif mendukung kenaikan indeks ke 8.300-8.350.
The Fed diperkirakan memangkas suku bunga untuk mendukung pasar tenaga kerja yang melemah, meski inflasi masih menjadi kekhawatiran utama.
Inflasi AS tinggi, The Fed hati-hati pangkas suku bunga untuk menahan permintaan dan mencegah lonjakan harga, meski pasar tenaga kerja tetap sehat.
Dolar AS menguat saat pasar menanti dampak shutdown pemerintah AS dan keputusan suku bunga The Fed.