Lesunya pasar komoditas membebani laju IHSG menuju rekor ATH baru
IHSG sesi I melemah tipis 0,002% ke 8.649. Lesunya harga komoditas dan pelemahan pasar global menghambat laju indeks menuju rekor ATH baru.
IHSG sesi I melemah tipis 0,002% ke 8.649. Lesunya harga komoditas dan pelemahan pasar global menghambat laju indeks menuju rekor ATH baru.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
IHSG menguat 0,06% ke 8.715,83 pada 9 Desember 2025, didorong saham Bakrie dan GOTO. Transaksi mencapai Rp1,03 triliun dengan 2,23 miliar saham diperdagangkan.
IHSG mencetak level ATH baru dengan membukukan penguatan sebesar 0,33% atau 28,40 poin menuju level 8.640,19 pada perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025).
IHSG berpotensi tembus rekor baru mendekati 8.700, didukung saham ASII, WIFI, dan DEWA. Sentimen positif dari The Fed dan Kemenkeu memperkuat pasar.
IHSG berpotensi tembus ATH baru ke level 8.660, cermati saham ANTM, ISAT, KLBF. Analis MNC Sekuritas rekomendasikan buy on weakness untuk ketiga saham tersebut.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.602,13 pada 26/11/2025, dengan saham Happy Hapsoro melonjak. Transaksi mencapai Rp26,65 triliun, dipengaruhi sentimen ekonomi AS.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
IHSG diprediksi menguat pada 12/11/2025, dengan level resistance di 8.488-8.532. Saham ANTM, BMRI, BRPT, dan INDY direkomendasikan untuk dicermati.
IHSG berpotensi tembus 8.400, simak rekomendasi saham dari Phintraco Sekuritas seperti KRAS, WIFI, GJTL, ADRO, TOBA, dan BRPT untuk peluang investasi.