Pemerintah optimistis ekonomi bisa tumbuh 5,4% meski diramal IMF lebih rendah
Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026 meski IMF memproyeksikan 5,1%, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.
Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026 meski IMF memproyeksikan 5,1%, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.
Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.
PT Bintang Cahaya Investment akan mengakuisisi 69,69% saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) dari PT Anugrah Cakrawala Dunia, menjadikannya pengendali baru.
Investor asing memburu saham EMAS hingga BRMS Ifonti.com buy Rp5,09 triliun, didorong oleh penurunan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat.
IHSG anjlok 3,31% pada 1 September 2025, namun Menko Airlangga menegaskan ekonomi RI tetap solid dengan pertumbuhan 5,12% dan PMI di atas 50.
Bank Indonesia menurunkan BI Rate 25 bps ke 5% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Inflasi terkendali, rupiah stabil, dan ada ruang penurunan lebih lanjut.
IHSG mendekati level 8.000 didorong fundamental emiten yang solid dan sentimen positif global.
IHSG naik 1,91% ke 7.750, dipicu meredanya geopolitik dan data inflasi AS. Saham blue chip BMRI, BBCA, dan lapis dua PPRE, DKHH pun memanas.