Indeks Bisnis-27 dibuka melemah, saham ADRO, BUMI & MEDC tetap hijau
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,13% ke 545,02, namun saham ADRO, BUMI, dan MEDC tetap menguat. Total transaksi mencapai Rp388,2 miliar.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,13% ke 545,02, namun saham ADRO, BUMI, dan MEDC tetap menguat. Total transaksi mencapai Rp388,2 miliar.
Mirae Asset Sekuritas tetap menargetkan IHSG di level 10.500 hingga akhir 2026, didukung fundamental ekonomi domestik yang kuat. Risiko koreksi ada, namun optimisme tetap tinggi.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Sejumlah saham di BEI memiliki PER tinggi, namun tetap layak investasi jika didukung pertumbuhan EPS yang kuat dan sektor strategis seperti teknologi dan energi terbarukan.
Sejumlah saham seperti NZIA, SOHO, dan FITT mencatatkan lonjakan harga hingga di atas 60% dan masuk jajaran top gainers sepanjang 2–6 Februari 2026.
IHSG diprediksi menguat pada 5 Februari 2026, dengan saham BKSL, MBMA, dan MEDC direkomendasikan untuk dibeli. Analis mencermati data ekonomi Indonesia 2025.
Bareskrim Polri selidiki dugaan pidana pasar modal IPO Multi Makmur Lemindo (PIPA) dan Shinhan Sekuritas, terkait lonjakan dan penurunan saham PIPA.
Joseph Sanusi Tjong, Presiden Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), membeli 2 juta saham ASRI senilai Rp322 juta untuk investasi langsung.
Batas investasi saham asuransi naik dari 8% ke 20% untuk fleksibilitas, namun tetap harus hati-hati. AAUI dukung dengan mitigasi risiko dan pengawasan ketat.
Low Tuck Kwong menambah 3.700 saham BYAN pada Januari 2026, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Tujuan transaksi adalah untuk investasi.