Investor asing diam-diam kembali ke pasar saham RI Rp3,44 triliun saat IHSG keok
Investor asing kembali membeli saham Indonesia senilai Rp3,44 triliun meski IHSG turun 0,96% pada 3 Maret 2026, didorong reformasi pasar modal.
Investor asing kembali membeli saham Indonesia senilai Rp3,44 triliun meski IHSG turun 0,96% pada 3 Maret 2026, didorong reformasi pasar modal.
RNTH Bursa melonjak 25,35% sepekan, meski IHSG turun 0,44% ke 8.235,48. Kapitalisasi pasar turun 1,03% jadi Rp14.787 triliun. Transaksi harian naik 25,35%.
IHSG turun 0,44% dalam sepekan, kapitalisasi pasar BEI jadi Rp14.787 T, meski transaksi harian naik 25,35% dan volume transaksi naik 8,55%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan ambrol dengan peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat global.
Saham BUMN di bawah Danantara menarik untuk investasi jangka panjang karena potensi kenaikan valuasi dan dividen yang optimal.
Sepinya IPO di Indonesia pada awal 2026 membuat calon emiten mempertimbangkan bursa luar negeri seperti Hong Kong dan AS. Likuiditas ketat dan aksi jual investor asing menjadi tantangan utama.
IHSG naik 1,5% di tengah pembatalan tarif Trump oleh MA AS, memicu arus beli asing. Investor disarankan fokus pada sektor consumer, energy, dan property.
Pasar saham Indonesia diuji dengan kebijakan peningkatan free float dari 7,5% ke 15%.
IHSG naik 0,72% sepekan, investor Ifonti.com buy Rp2,07 triliun, didorong saham AMMN, MDKA, BBRI, MBMA, FILM, EMAS. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,35%.
IHSG diproyeksikan terkonsolidasi usai libur Imlek seiring munculnya sinyal rotasi modal dari saham perbankan yang tertekan aksi jual asing ke energi.