Breaking! BI kembali tahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026

Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Transaksi saham di Wilker OJK Malang tembus Rp6,187 triliun pada Desember 2025

Transaksi saham di OJK Malang mencapai Rp6,187 triliun pada Desember 2025, naik 56,84% yoy. Investor ritel antusias pada obligasi dan reksa dana.

Menimbang dampak free float IPO 15% ke strategi trading saham

Transformasi pasar modal Indonesia meningkatkan kualitas emiten dan likuiditas, namun mengurangi volatilitas yang dicari trader harian. Fokus pada emiten besar dapat mengurangi ruang bagi perusahaan kecil dan menengah.

BI blak-blakan penyebab bank sentral rajin beli emas dan rupiah melemah

Bank Indonesia mengungkapkan investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi rupiah. BI terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar.

Investor yang Kurangi Muatan Saham MDKA dan BRMS

Investor besar mengurangi saham di MDKA dan BRMS, meski harga emas naik. MDKA naik 42,06% dan BRMS 7,20% di 2026. Emas diprediksi terus menguat.

BI Tahan Suku Bunga: Kekhawatiran Global Bayangi Ekonomi Indonesia

Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.

Inflasi Sumsel Mengintai! BI Beri Peringatan Jelang Nataru

Bank Indonesia memperkirakan inflasi di Sumsel meningkat jelang Nataru 2026 akibat konsumsi tinggi dan tantangan produksi pangan. Upaya pengendalian inflasi terus dilakukan.

Masih Ada Peluang Masuk Dana Asing ke Pasar Saham Hingga Akhir 2025

Pasar saham Indonesia berpotensi menarik dana asing hingga 2025, meski tantangan global dan arus modal keluar masih ada. Kebijakan dalam negeri dan stabilitas ekonomi menjadi kunci.