Dividen dan prospek emiten jadi motor pendorong reksa dana saham
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) optimistis pasar saham 2026 akan tumbuh. MAMI pun telah mempersiapkan sektor-sektor saham pilihannya.
Saham blue chip kalah performa Ifonti.com buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.
Saham konglomerat diprediksi unggul di 2026 dibanding blue chip, meski tantangan masuk MSCI meningkat. Saham perbankan lesu, tapi peluang rebound ada.
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Investor asing keluar dari saham BRI (BBRI) dengan penjualan bersih Rp1,7 triliun, sementara masuk ke Bank Mandiri (BMRI) dengan pembelian bersih Rp609,8 miliar.
IHSG mencapai rekor tertinggi di akhir 2025 berkat dukungan investor domestik meski Ifonti.com sell asing. Stimulus pemerintah dan likuiditas lokal jadi pendorong utama.
Investor asing memburu saham blue chip seperti BMRI dan BBCA di akhir 2025, dengan inflow mencapai Rp3,9 triliun. IHSG naik 0,52% didorong suku bunga rendah dan stimulus.
Saham blue chip seperti BBCA dan TLKM berpotensi naik didorong stimulus ekonomi Rp46 triliun dan penurunan suku bunga, meski kinerja tahun ini kurang impresif.