Sinyal dividen jumbo bluechips, mampukah jadi magnet investor asing?
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Transparansi data pasar modal bantu investor pemula hindari saham gorengan, fokus pada fundamental dan saham undervalued untuk investasi aman.
Danantara tunda IPO BUMN hingga 2027, investor alihkan fokus ke saham blue chip dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Menteri Keuangan Purbaya yakin tekanan IHSG akibat MSCI hanya sementara karena fondasi ekonomi Indonesia kuat. OJK akan menindaklanjuti isu pasar saham.
Indeks LQ45 diprediksi mengungguli IHSG pada 2026 usai rebalancing, didorong oleh masuknya saham baru dan sektor energi terbarukan yang menarik investor.
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) optimistis pasar saham 2026 akan tumbuh. MAMI pun telah mempersiapkan sektor-sektor saham pilihannya.
Saham blue chip kalah performa Ifonti.com buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.