IHSG naik 0,87% sesi I hari ini (29/12), saham konglomerat kompak melaju
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) membeli 2,27 miliar saham CBDK senilai Rp14,64 triliun, meningkatkan kepemilikan menjadi 85,95% untuk memperkuat bisnis.
Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.
Saham teknologi di IDXTECHNO, termasuk DCII dan WIFI, melonjak pada 2025. Prospek 2026 bergantung pada isu merger GOTO dan Grab serta fundamental perusahaan.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru (ATH) di level 8.617,04, didorong oleh kenaikan saham-saham top gainers seperti BOAT, FPNI hingga VKTR.
Erwin Ciputra, Direktur Utama Chandra Asri Pacific (TPIA), membeli 200.000 saham TPIA senilai Rp1,44 miliar untuk investasi langsung.
OJK berencana menaikkan aturan free float saham di BEI dari 7,5% menjadi 25% secara bertahap hingga 2026, untuk menarik lebih banyak investor global.
IHSG diprediksi menguat pada 12/11/2025, dengan level resistance di 8.488-8.532. Saham ANTM, BMRI, BRPT, dan INDY direkomendasikan untuk dicermati.
Pasar modal Indonesia diaktifkan kembali pada 1977. Emiten veteran seperti GDYR, MLBI, BATA, hingga DLTA mampu bertahan lebih dari 4 dekade di BEI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguji level 8.000, dengan saham ADMR, MAPA, hingga GGRM direkomendasikan analis.