IHSG rawan koreksi hari ini (25/2), cek saham MBMA, TAPG, hingga WIRG
IHSG berpotensi koreksi pada 25/2/2026. Saham MBMA, TAPG, dan WIRG direkomendasikan BRI Danareksa Sekuritas. Sentimen AS-Iran dan The Fed mempengaruhi pasar.
IHSG berpotensi koreksi pada 25/2/2026. Saham MBMA, TAPG, dan WIRG direkomendasikan BRI Danareksa Sekuritas. Sentimen AS-Iran dan The Fed mempengaruhi pasar.
IHSG naik 0,72% berkat saham AMMN, MDKA, BBRI. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,35%, transaksi harian meningkat 11,99%, dan investor asing Ifonti.com buy Rp2,07 triliun.
IHSG naik 0,72% sepekan, dipimpin saham SKBM naik 52,68%, AGII 44,44%, dan RMKO 36,15%. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,35% ke Rp14.941 triliun.
IHSG diprediksi menguat pada 5 Februari 2026, dengan saham BKSL, MBMA, dan MEDC direkomendasikan untuk dibeli. Analis mencermati data ekonomi Indonesia 2025.
Saham emiten emas seperti BRMS, HRTA, dan AMMN anjlok akibat harga emas global turun tajam ke US$4.586 per troy ounce, dipicu penguatan dolar AS dan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.
Sejumlah sektor diperkirakan memiliki peluang pertumbuhan yang menarik untuk tahun 2026, usai reli saham konglo tahun ini.
IHSG turun 0,71% jelang Natal, rawan koreksi. Cermati saham MDKA, TINS, MBMA, dan SMBR untuk peluang beli.
Saham MBMA melonjak 104,11% dalam 6 bulan berkat peningkatan produksi dan pengembangan pabrik di IMIP. Target penjualan nikel 20 juta WMT pada 2024.
IHSG diproyeksi uji level 8.000 pada 29/10/2025, saham MYOR, LSIP, dan MBMA jadi pilihan. Koreksi harga komoditas dan saham blue chips membebani indeks.
IHSG pecah rekor, naik 0,6% sepekan. Saham RISE, PGUN, dan PUDP jadi top gainers dengan kenaikan lebih dari 100% pada 22-26 September 2025.