IHSG hari ini (23/2) berpeluang menguat, cek saham IMPC, ARCI, hingga VKTR

IHSG diprediksi menguat pada 23 Februari 2026, dengan saham IMPC, ARCI, dan VKTR direkomendasikan BRI Danareksa. Sentimen positif dari komunikasi OJK dan BEI.

IHSG hari ini berpeluang rebound ke 8.503, cermati saham AMMN, TINS hingga TKIM

IHSG berpeluang rebound ke kisaran 8.440–8.503 pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Saham AMMN, CMRY, TINS, dan TKIM direkomendasikan analis hari ini.

Ini alasan Mirae Asset Sekuritas belum revisi target IHSG di level 10.500

Mirae Asset Sekuritas tetap menargetkan IHSG di level 10.500 hingga akhir 2026, didukung fundamental ekonomi domestik yang kuat. Risiko koreksi ada, namun optimisme tetap tinggi.

S&P Dow Jones pantau reformasi pasar saham Indonesia, lanjutkan rebalancing

S&P Dow Jones memantau reformasi pasar saham Indonesia dan melanjutkan rebalancing Maret 2026, meski MSCI dan FTSE Russell menunda tinjauan karena kekhawatiran transparansi.

BMRI, TLKM cs diborong asing saat pasar saham RI masih bukukan net sell

Pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp1,13 triliun, namun saham BMRI dan TLKM diborong asing. IHSG naik 3,49% ke level 8.212,27.

Kabar terang pemilik saham BUMI, Anthoni Salim dan adik bungsu Bakrie jadi pengendali akhir

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kini dikendalikan oleh Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthony Salim. Kepemilikan saham BUMI oleh Chengdong Investment Corp. menurun signifikan.

Analis antisipasi koreksi IHSG 2026, ancaman downgrade dari MSCI jadi risiko terburuk

Analis memprediksi koreksi IHSG hingga 2026 dengan risiko terburuk penurunan status Indonesia oleh MSCI.

BBCA, BMRI, dan TPIA Cs Buyback Saham, Investor Asing yang Masih Wait and See

Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.

Proyeksi IHSG & rekomendasi saham Ciptadana Sekuritas usai bursa terdampak pengumuman MSCI

Ciptadana Sekuritas mempertahankan proyeksi IHSG 2026 di 8.960-9.600 meski tertekan pengumuman MSCI. Investor disarankan fokus pada saham defensif dan domestik.

IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887, saham AMMN, BRPT hingga CUAN kompak merah

IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.