Indeks Bisnis-27 ditutup melemah terimpit saham INCO dan BRPT
Indeks Bisnis-27 melemah 2,02% ke 486,06 pada 13 Maret 2026, tertekan saham INCO dan BRPT. Saham ADMR, HEAL, dan AMRT menguat. IHSG diprediksi koreksi.
Indeks Bisnis-27 melemah 2,02% ke 486,06 pada 13 Maret 2026, tertekan saham INCO dan BRPT. Saham ADMR, HEAL, dan AMRT menguat. IHSG diprediksi koreksi.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,62% ke 516,19, namun saham MEDC, INDF, dan INCO tetap menguat. Investor mencermati dinamika geopolitik dan data ekonomi.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah di level 584,18, tertekan oleh penurunan saham NCKL, INCO, dan MEDC. IHSG juga melemah, bergerak di rentang 8.206-8.241.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,35% ke 529,82, namun saham ADMR, ADRO, dan AMRT menguat. Fokus pasar pada data ekonomi AS, China, dan Indonesia.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 1,7% ke 529,30, dengan saham AMRT, JPFA, dan MYOR naik signifikan. Tekanan jual asing mereda, IHSG berpeluang rebound.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
Saham ANTM, MEDC, dan INCO naik jelang Natal 2025 meski Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 550,68. Total transaksi mencapai Rp5,32 triliun.
IHSG dibuka melemah 0,02% ke 8.583, dengan 258 saham turun. IHSG rawan koreksi lebih lanjut, berpotensi uji level 8.464-8.560.
Saham blue chip kalah performa Ifonti.com buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
IHSG diprediksi menguat meski investor waspada jelang RDG BI. Saham AMRT, BRPT, dan SMDR jadi pilihan. BI Rate diperkirakan tetap di 4,75%.