Investor asing cetak net buy Rp7,3 triliun di pasar saham
Investor asing Ifonti.com buy Rp7,3 triliun di pasar saham Indonesia pada 2026, dengan saham BBRI, PTRO, dan BMRI menjadi sasaran utama. IHSG naik 4,96% YtD.
Investor asing Ifonti.com buy Rp7,3 triliun di pasar saham Indonesia pada 2026, dengan saham BBRI, PTRO, dan BMRI menjadi sasaran utama. IHSG naik 4,96% YtD.
BRI (BBRI) melakukan buyback saham senilai Rp512,8 miliar sepanjang 2025, dengan target maksimal Rp3 triliun, sesuai persetujuan RUPST.
BRI cairkan dividen interim Rp20,6 triliun, saham BBRI naik 1,88% ke Rp3.790. Dividen Rp137/saham, Rp11 triliun ke negara, sisanya ke publik.
OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.
Indeks Bisnis-27 menguat 1,13% ke 564,62 pada 13 Januari 2026, didorong kenaikan saham ADMR, ANTM, dan TLKM. IHSG juga dibuka menguat dengan 344 saham di zona hijau.
Danantara dan INA akan menerima dividen interim dari BRI dan BMRI senilai total Rp15,89 triliun pada Januari 2026, dengan pembayaran dimulai pertengahan bulan.
IHSG sesi I naik 0,44% ke 8.984,48 didorong saham AMMN, BBRI, dan BMRI. Sebanyak 387 saham menguat, sementara 320 melemah.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.946,70 dengan saham ADRO, TINS, dan BBRI naik. Waspadai aksi profit taking dan geopolitik.
IHSG sesi I ditutup naik 0,65% ke level 8.804,84 dengan saham migas MEDC & ENRG menguat. Optimisme pasar didorong oleh Santa Claus Rally dan January Effect.
Saham BBRI naik 0,27% jelang ex dividen, dengan dividen interim Rp137/saham dibayar 15 Jan 2026, mencerminkan kinerja solid dan komitmen BRI.