Saham konglomerat Prajogo Pangestu hingga Bakrie, mana yang masih prospektif 2026?
Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.
Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.
IHSG dibuka menguat 0,66% ke 8.713 pada 10 Desember 2025, didorong oleh saham BBCA, BRPT, dan BMRI. IHSG diprediksi bergerak di 8.600-8.750.
Investor asing Ifonti.com buy atau aksi beli bersih sebesar Rp1 triliun selama sepekan.
Saham ENRG melonjak 417,39% YtD, dengan target harga Rp1.600. ENRG berencana ekspansi besar dengan capex US$1,4 miliar hingga 2030, didukung penerbitan obligasi.
IHSG sesi I naik 0,21% ke 8.405, didorong saham SRAJ, DSSA, BRPT. Saham perbankan lesu, sementara saham konglomerat dan Hary Tanoe menguat.
IHSG naik 0,73% ke 8.099,33 pada 26 September 2025, didorong oleh saham BRPT dan MBMA. Investor asing beli bersih Rp583,1 miliar, meski tahunan jual bersih Rp53,59 triliun.
IHSG berpeluang rebound menuju level 8.098-8.155 pada perdagangan hari ini, Selasa (23/9/2025). Saham ARCI, BUVA hingga ENRG masuk radar rekomendasi analis.
Saham sektor energi naik 1,25% didorong ekspansi emiten migas seperti MEDC, PTRO, dan ENRG, menarik minat investor asing dan Ifonti.com buy.
Grup Djarum lewat PT Dwimuria Investama memborong 6,2 juta saham PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), tingkatkan kepemilikan jadi 10,04%.