IHSG cetak ATH baru awal 2026 ke 8.859, saham BYAN hingga DCII melesat
IHSG cetak rekor baru di 8.859 pada 5 Januari 2026, didorong saham BYAN, TLKM, dan DCII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun.
IHSG cetak rekor baru di 8.859 pada 5 Januari 2026, didorong saham BYAN, TLKM, dan DCII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun.
Saham RLCO melonjak 141,82% dalam sepekan, memimpin top gainers di BEI pada 15-19 Desember 2025.
IHSG mencetak level ATH baru dengan membukukan penguatan sebesar 0,33% atau 28,40 poin menuju level 8.640,19 pada perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025).
Saham TRUK, SMDM hingga KOKA masuk dalam jajaran saham terboncos atau top losers selama sepekan periode 24-28 November 2025.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.602,13 pada 26/11/2025, dengan saham Happy Hapsoro melonjak. Transaksi mencapai Rp26,65 triliun, dipengaruhi sentimen ekonomi AS.
IHSG menguat 0,52% pekan ini, namun saham PURI, DKFT, dan AADI milik Boy Thohir termasuk top losers dengan penurunan harga signifikan.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
Saham SPMA, PGLI, TAPG, dan CBRE alami penurunan terbesar pekan ini, meski IHSG turun 0,29%, volume transaksi harian BEI naik 99,35%.
IHSG dibuka menguat 0,19% ke level 8.066,67 pada perdagangan hari ini, Kamis (16/10/2025). Saham CBRE, PTRO hingga AMMN kompak melaju hijau.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.250,93 pada 9 Oktober 2025, didorong saham besar seperti AMMN dan BBNI. Saham multibagger termasuk DCII dan EMTK.