Suku bunga The Fed jadi penentu nasib IHSG pekan ini
Keputusan suku bunga The Fed pekan ini akan mempengaruhi IHSG, dengan prediksi penurunan 25 bps. Saham DATA, UNVR, dan BMRI direkomendasikan.
Keputusan suku bunga The Fed pekan ini akan mempengaruhi IHSG, dengan prediksi penurunan 25 bps. Saham DATA, UNVR, dan BMRI direkomendasikan.
Harga emas dunia naik akibat spekulasi Trump menunjuk Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed, menggantikan Jerome Powell. Ketegangan geopolitik turut mempengaruhi.
Pada tahun 2026, saham sektor energi dan peternakan diprediksi menarik bagi investor yang mengejar dividen.
Wall Street bergerak variatif saat investor menunggu keputusan The Fed. Dow Jones turun, S&P 500 dan Nasdaq naik tipis. Fokus pada data ekonomi dan kebijakan suku bunga.
IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.
IHSG berpotensi tembus rekor baru mendekati 8.700, didukung saham ASII, WIFI, dan DEWA. Sentimen positif dari The Fed dan Kemenkeu memperkuat pasar.
Harga emas naik akibat ketidakpastian geopolitik Ukraina dan prospek suku bunga The Fed. Emas spot di US$4.070,39 per troy ounce, turun 0,17%.
Harga emas naik 0,2% di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar menanti data ekonomi AS untuk petunjuk lebih lanjut.
Peluang Santa Claus Rally di IHSG terbuka, namun risiko global seperti kebijakan The Fed dan profit taking bisa menahan laju penguatan pasar saham akhir 2025.
Harga buyback emas Antam naik 58,53% menjadi Rp2.164.000 per gram pada 8 November 2025, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.