The Fed Waspadai Pelemahan Pasar Tenaga Kerja AS, Pemangkasan Suku Bunga Belum Pasti
The Fed khawatir akan pelemahan pasar tenaga kerja AS, tetapi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember belum pasti.
The Fed khawatir akan pelemahan pasar tenaga kerja AS, tetapi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember belum pasti.
Investor Wall Street bersiap hadapi laporan keuangan pekan ini. Fokus pada kebijakan The Fed, valuasi saham, dan dampak AI. Penutupan pemerintah AS menambah ketidakpastian.
IHSG diproyeksi uji level 8.000 pada 29/10/2025, saham MYOR, LSIP, dan MBMA jadi pilihan. Koreksi harga komoditas dan saham blue chips membebani indeks.
Analis optimistis IHSG capai 8.400-8.600 di akhir 2025 Ifonti.com sell asing Rp47,31 triliun. Tantangan global dan domestik masih jadi perhatian.
IHSG fluktuatif menanti keputusan BI Rate, saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menguat. Investor menunggu penurunan BI Rate jadi 4,5%.
IHSG dibuka menguat 0,19% ke level 8.066,67 pada perdagangan hari ini, Kamis (16/10/2025). Saham CBRE, PTRO hingga AMMN kompak melaju hijau.
IHSG diproyeksi rebound pada 16/10/2025, fokus pada saham EMTK, TLKM, dan ACES. IHSG masih di atas level 8.000, meski koreksi berlanjut.
IHSG mencetak rekor baru meski ada shutdown AS. Dampak positif terlihat dari apresiasi rupiah dan aliran modal asing. Namun, ketidakpastian bisa memicu risiko.
Harga tembaga naik akibat gangguan pasokan dari tambang Freeport di Indonesia dan ketidakpastian suku bunga The Fed. Produksi tambang diperkirakan pulih 2027.
Harga emas dan IHSG menguat bersamaan karena tekanan ekonomi AS, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan ketidakpastian global akibat shutdown AS.